Kamis, 13 Juni 2013
Foto-foto Pelatihan Jurnalistik 2013 di Lor In
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
Senin, 10 Juni 2013
Pelatihan Jurnalistik di Hotel Lor In Karanganyar, Jawa Tengah
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan pembinaan kesiswaan, Direktorat Pembinaan SMP secara terus-menerus mengembangkan berbagai kegiatan kesiswaan.Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah program kejurnalistikan sebagai kegiatan di sekolah yang dapat dijadikan suatu wahana untuk pembinaan kesiswaan dalam bidang pengelolaan media sekolah.
Kegiatan kejurnalistikan seperti pengelolaan media sekolah seperti bulletin,majalah dinding maupun majalah sekolah yang dilakukan para siswa merupakan kegiatan yang mengasyikkan sekaligus memberikan banyak manfaat apabila kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik melalui sosialisasi pelatihan yang didukung oleh berbagai pihak yang berkompeten di biang jurnalistik.
Pelatihan ini di adakan di Hotel Lorin, Kabupaten Karanganyar selama tiga 3 (10 - 12 Juni 2013).
SMP Negeri 5 Purworejo merasa bangga dan bahagia pada kesempatan tersebut menjadi peserta dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Betapa tidak bangga karena di antara sekian sekolah setingkat SMP se-Jateng, SMPN 5 Purworejo ikut berperan menjadi peserta. Bahagia, karena sosialisasi ini diadakan di hotel berbintang.
Meski begitu, ada beban berat yang harus ditanggung oleh peserta, yakni dalam waktu dekat SMP Negeri 5 harus bereni dan bisa menerbitkan majalah sekolah yang selama ini diidam-idamkan. Semoga saja harapan akan segera kesampaian.

Peserta Pelatihan dari kiri : Mariska, Agustin, Ratri, Kharisma
dari Kiri: Mariska,Agustin, Pendamping,Kharisma
Kegiatan kejurnalistikan seperti pengelolaan media sekolah seperti bulletin,majalah dinding maupun majalah sekolah yang dilakukan para siswa merupakan kegiatan yang mengasyikkan sekaligus memberikan banyak manfaat apabila kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik melalui sosialisasi pelatihan yang didukung oleh berbagai pihak yang berkompeten di biang jurnalistik.
Pelatihan ini di adakan di Hotel Lorin, Kabupaten Karanganyar selama tiga 3 (10 - 12 Juni 2013).
SMP Negeri 5 Purworejo merasa bangga dan bahagia pada kesempatan tersebut menjadi peserta dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Betapa tidak bangga karena di antara sekian sekolah setingkat SMP se-Jateng, SMPN 5 Purworejo ikut berperan menjadi peserta. Bahagia, karena sosialisasi ini diadakan di hotel berbintang.
Meski begitu, ada beban berat yang harus ditanggung oleh peserta, yakni dalam waktu dekat SMP Negeri 5 harus bereni dan bisa menerbitkan majalah sekolah yang selama ini diidam-idamkan. Semoga saja harapan akan segera kesampaian.
Peserta Pelatihan dari kiri : Mariska, Agustin, Ratri, Kharisma
dari Kiri: Mariska,Agustin, Pendamping,Kharisma
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
Rabu, 13 Maret 2013
My Video in Singapure
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
Kamis, 21 Februari 2013
Yogya Tour
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
masih Singapure Tour
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
Rabu, 13 Februari 2013
Singapura Tour
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
Senin, 30 Januari 2012
Olga dan Helga
Pada zaman dulu kala ada seorang wanita bernama Olga yg tlah melakukan dosa besar. Temannya Helga seorang wanita tukang gosip dan sok tahu menyuruhnya pergi ke dukun tua yg tinggal di puncak bukit untuk menanyakan cara menebus dosa. Helga berangkt bersamanya.
Sesudah mendengarkn pengakuan Olga, dukun tua itu menyuruhnya pergi ke ladang dan mengmbil sebuah batu besar. Olga dengan patuh mengikuti perintahnya.
Waktu Olga pergi, dukun tua berpaling kepada Helga, lalu berkata,"Daripada bengong, mendingan kamu bawa karung ini dan kumpulkan semua batu kecil yg kamu temui di jalan, lalu bawa kemari."
Helga menggerutu, tetapi karena takut ia pergi juga.
Ketika kedua wanita itu kembali, Olga dengan sebongkah batu besar, dan Helga dengan karung besar berisi batu2 kecil, dukun itu berkata, "Sekarang saya akan mengajarkan cara menebus dosa. Olga, kamu harus kembalikan batu besar itu ke tempat semula. Dan Helga, kamu juga harus kembalikan tiap batu kecil dalam karung tepat ke tempat semula. Awas jangan salah!"
Apa bedanya kedua wanita itu?
Sesudah mendengarkn pengakuan Olga, dukun tua itu menyuruhnya pergi ke ladang dan mengmbil sebuah batu besar. Olga dengan patuh mengikuti perintahnya.
Waktu Olga pergi, dukun tua berpaling kepada Helga, lalu berkata,"Daripada bengong, mendingan kamu bawa karung ini dan kumpulkan semua batu kecil yg kamu temui di jalan, lalu bawa kemari."
Helga menggerutu, tetapi karena takut ia pergi juga.
Ketika kedua wanita itu kembali, Olga dengan sebongkah batu besar, dan Helga dengan karung besar berisi batu2 kecil, dukun itu berkata, "Sekarang saya akan mengajarkan cara menebus dosa. Olga, kamu harus kembalikan batu besar itu ke tempat semula. Dan Helga, kamu juga harus kembalikan tiap batu kecil dalam karung tepat ke tempat semula. Awas jangan salah!"
Apa bedanya kedua wanita itu?
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
Kamis, 19 Januari 2012
Apa yang akan kita berikan kepada anak
Apa hutang kita kepada seorang anak?
Makanan dan penginapan....tempat berteduh dan pakaian.
Apa lagi?
Kesempatan! Kesempatan terbaik yang dapat kita berikan untuk mulai dan menjadi sesuatu
Kesempatan untuk menghindari jeram dan pusaran di sungai yang sering tidak ramah
dengan petunjuk arah adan keterampilan guna bertahan terhadap arus olakan.
Yang diperlukan oleh anak-anak adalah
seperangkat tanda dan acuan
yang waktu masih kecil, menjamin rasa aman dan terlindung
dan perahu yang sesuai
untuk belajar berjayuh sewaktu air masih tenang.
Selanjutnya kesempatan berkayuh
di air yang agak riuh
agar kelak mampu menghadapi
samudra dewasa yang penuh ngeri
Tanda dan acuan yang diperlukan anak-anak
yang menjadi hutang
adalah nilai...
yang bagi kita sendiri
terbukti menjadi pegangan dan patokan.
"Tapi," beggitu kata orang yang ragu.
"bukankah nilai tak bisa dipaksakan...lagi pula,
orang harus belajar dari pengalaman, dengan cara coba-coba,
agar dapat menemukan nilai-nilainya sendiri."
Ini sama lugunya dengan berkata, "Biarlah anak-anak mencari
sendiri rumus luas lingkaran."
Betul pengalaman adalah guru,
tapi itu bisa pengalaman ayah-ibu, dan orang tua-tua.
Memaksa anak mencari sendiri nilai-nilai
sama dengan menaruh anak dalam perahu
tanpa kayuh dan tali
di sungai deras berjeram dalam
tempat orang tua pun banyak tenggelam.
(Linda dan Richard Yyre, Jackson Hole, Wyoming dalam Mengajarkan Nilai-Nilai kepada Anak)
Makanan dan penginapan....tempat berteduh dan pakaian.
Apa lagi?
Kesempatan! Kesempatan terbaik yang dapat kita berikan untuk mulai dan menjadi sesuatu
Kesempatan untuk menghindari jeram dan pusaran di sungai yang sering tidak ramah
dengan petunjuk arah adan keterampilan guna bertahan terhadap arus olakan.
Yang diperlukan oleh anak-anak adalah
seperangkat tanda dan acuan
yang waktu masih kecil, menjamin rasa aman dan terlindung
dan perahu yang sesuai
untuk belajar berjayuh sewaktu air masih tenang.
Selanjutnya kesempatan berkayuh
di air yang agak riuh
agar kelak mampu menghadapi
samudra dewasa yang penuh ngeri
Tanda dan acuan yang diperlukan anak-anak
yang menjadi hutang
adalah nilai...
yang bagi kita sendiri
terbukti menjadi pegangan dan patokan.
"Tapi," beggitu kata orang yang ragu.
"bukankah nilai tak bisa dipaksakan...lagi pula,
orang harus belajar dari pengalaman, dengan cara coba-coba,
agar dapat menemukan nilai-nilainya sendiri."
Ini sama lugunya dengan berkata, "Biarlah anak-anak mencari
sendiri rumus luas lingkaran."
Betul pengalaman adalah guru,
tapi itu bisa pengalaman ayah-ibu, dan orang tua-tua.
Memaksa anak mencari sendiri nilai-nilai
sama dengan menaruh anak dalam perahu
tanpa kayuh dan tali
di sungai deras berjeram dalam
tempat orang tua pun banyak tenggelam.
(Linda dan Richard Yyre, Jackson Hole, Wyoming dalam Mengajarkan Nilai-Nilai kepada Anak)
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
Selasa, 06 Desember 2011
TENTANG ANAK
Jika anak-anak hidup dengan kritikan, mereka belajar untuk mengutuk.
Jika anak-anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk melawan.
Jika anak-anak hidup dengan rasa takut, mereka belajar untuk menjadi memprihatinkan.
Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk merasa menyesal sendiri.
Jika anak-anak hidup dengan olokan, mereka belajar untuk merasa malu.
Jika anak-anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar untuk merasa iri hati.
Jika anak-anak hidup dengan rasa malu, mereka belajar untuk merasa bersalah.
Jika anak-anak hidup dengan semangat, mereka belajar percaya diri.
Jika anak-anak hidup dengan toleransi, mereka belajar kesabaran.
Jika anak-anak hidup dengan pujian, mereka belajar apresiasi.
Jika anak-anak hidup dengan penerimaan, mereka belajar untuk cinta.
Jika anak-anak hidup dengan persetujuan, mereka belajar seperti itu sendiri.
Jika anak-anak hidup dengan pengakuan, mereka belajar bagus untuk memiliki tujuan.
Jika anak-anak hidup dengan berbagi, mereka belajar kedermawanan.
Jika anak-anak hidup dengan kejujuran, mereka belajar sebenarnya.
Jika anak-anak hidup dengan keadilan, mereka belajar keadilan.
Jika anak-anak hidup dengan baik-baik, mereka belajar menghargai.
Jika anak-anak hidup dengan keamanan, mereka belajar untuk memiliki iman dalam diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.
Jika anak-anak hidup dengan keramahan, mereka belajar di dunia adalah tempat yang bagus untuk hidup.
oleh Dorothy Law Nolte (1924 – 2005)
Jika anak-anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk melawan.
Jika anak-anak hidup dengan rasa takut, mereka belajar untuk menjadi memprihatinkan.
Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk merasa menyesal sendiri.
Jika anak-anak hidup dengan olokan, mereka belajar untuk merasa malu.
Jika anak-anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar untuk merasa iri hati.
Jika anak-anak hidup dengan rasa malu, mereka belajar untuk merasa bersalah.
Jika anak-anak hidup dengan semangat, mereka belajar percaya diri.
Jika anak-anak hidup dengan toleransi, mereka belajar kesabaran.
Jika anak-anak hidup dengan pujian, mereka belajar apresiasi.
Jika anak-anak hidup dengan penerimaan, mereka belajar untuk cinta.
Jika anak-anak hidup dengan persetujuan, mereka belajar seperti itu sendiri.
Jika anak-anak hidup dengan pengakuan, mereka belajar bagus untuk memiliki tujuan.
Jika anak-anak hidup dengan berbagi, mereka belajar kedermawanan.
Jika anak-anak hidup dengan kejujuran, mereka belajar sebenarnya.
Jika anak-anak hidup dengan keadilan, mereka belajar keadilan.
Jika anak-anak hidup dengan baik-baik, mereka belajar menghargai.
Jika anak-anak hidup dengan keamanan, mereka belajar untuk memiliki iman dalam diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.
Jika anak-anak hidup dengan keramahan, mereka belajar di dunia adalah tempat yang bagus untuk hidup.
oleh Dorothy Law Nolte (1924 – 2005)
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
Sabtu, 25 Juni 2011
Ajang Silaturahmi Antara Kita: Daftar Nama dan Alamat Hotel di Kota Magelang Tahu...
Ajang Silaturahmi Antara Kita: Daftar Nama dan Alamat Hotel di Kota Magelang Tahu...: "SRITI Bintang 1 Jl. Doha 23 Telp. 0293-363347 Jumlah Kamar/T. Tidur : 31/65 Tarif (Rp) : 250.000 s/d 330.000 Fasilitas : a-f.j.k.s.u.v.ac.a..."
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
Kamis, 21 April 2011
TARI DOLALAK HABIBI
This is my second video.
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
Kamis, 10 Maret 2011
play group di rumah kakek
This is my first video
telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak 1992. Kini mengajar di salah satu SMP yang paling favorit di kotanya, SMP Negeri 5 Purworejo. Kata-kata yang sering muncul dalam kehidupanya adalah : HIDUP SEKADARNYA, BAHAGIA SEBESARNYA MENUJU DI JALANNYA.
Langganan:
Postingan (Atom)
Lionjakan kasus covid-19, 28 Juli 2020
Hari ini Positif Tambah 21 Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo terus merangkak naik. Kalau hari Senin (27/07/2020) pagi muncul 4...
-
MENGGAUNGKAN LAGI HARAPAN DARI SK DEPARTEMEN PERTAHAN RI UNTUK DANA KEHHORMATAN VETERAN REPUBLIK INDONESIA Departemen Pertahanan RI...
-
Hari ini Positif Tambah 21 Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo terus merangkak naik. Kalau hari Senin (27/07/2020) pagi muncul 4...
-
10 Nama dan Alamat Keluarga besar Kyai Khasanadi 1. Luqman Hakim (panggilan keluarga Iluk)+Sila Rosa Yulianawati (Rosa); Cucu H. Imam Sho...







